Pages

Rabu, 12 Desember 2012

organ reproduksi pada pria

Organ reproduksi pada pria 
 
      berfungsi menghasilkan gamet jantan (spermatozoa/ sperma) dan hormon reproduksi. Organ reproduduksi pada pria dibedakan menjadi organ reproduksi dalam dan organ reproduksi luar. Untuk permulaan silahkan dilihat gambarnya terlebih dahulu.
Gambar Tampak Samping
Gambar Tampak Depan
1.    Organ Reproduksi Dalam
Organ reproduksi dalam merupakan organ reproduksi yang ada di dalam tubuh. Yang terdiri dari testis, saluran reproduksi dan kelenjar reproduksi.
a.   Testis
Testis memiliki bentuk bulat telur dan berjumlah sepasang, terdapat pada skrotum (zakar). Testis merupakan tempat pembentukan sel kelamin jantan (spermatozoa) dan hormon kelamin (testosteron).
Setiap harinya, seorang laki-laki dewasa menghasilkan lebih dari seratus juta sperma. Pembentukan sperma ini terjadi di dalam dalam saluran sempit yang dinamakan tubulus seminiferus. Pada dinding tubulus seminiferus terdapat calon-calon sperma (spermatogonium yang diploid). Di antara tubulus seminiferus terdapat sel-sel interstisium atau sel-sel Leydig. Sel-sel ini menghasikan hormon testosteron dan hormon androgen lainnya. Selain itu, terdapat pula sel-sel berukuran besar yang berfungsi menyediakan makanan bagi spermatozoa, sel ini disebut sel sertoli.
Hormon testosteron sangat berpengaruh terhadap perkembangan kelamin sekunder pada seorang laki-laki. Ciri-ciri kelamin sekunder pada seorang laki-laki antara lain:
·           Suara yang membesar,
·           Tumbuhnya kumis, jenggot, serta rambut pada bagian tertentu,
·           Bentuk dada yang bidang.
Hormon testosteron ini juga akan menentukan sikap mental seorang laki-laki, serta penampilan kejantanan tubuhnya. Tanpa hormon ini seorang laki-laki akan berkulit lembut, lemah gemulai, seperti ciri-ciri seorang wanita. Mungkin anda pernah melihat seorang banci, kemungkinan dia kekurangan hormon testosteron.
b.   Saluran Reproduksi (Saluran Pengeluaran)
Pada organ reproduksi pria terdapat berbagai macam saluran reproduksi, meliputi epididimis, vas deferens, saluran ejakulasi, dan uretra.
Epididimis merupakan sebuah saluran yang berada dalam skrotum dan keluar dari kedua testis. Epididimis juga merupakan saluran yang memiliki panjang 7 meter dan menghubungkan antara testis dengan vas deferens. Di dalam epididimis ini, sperma yang dihasilkan di dalam testis akan ditampung untuk beberapa saat, kurang lebih selama 2 minggu dan mengalami proses pematangan hingga sperma menjadi dewasa. Sebelum matang, sperma tidak dapat membuahi sel telur. Setelah matang, sel sperma bergerak meninggalkan saluran epididimis menuju vas deferens.
Vas deferens merupakan saluran reproduksi yang berfungsi sebagai tempat bergeraknya sperma dari epididimis menuju kantung semen (kantung mani) atau vesikula seminalis. Pada satu ujung, vas deferens menempel epididimis, sedangkan ujung lainnya berada dalam kelenjar prostat. Kemudian sperma menuju ke Saluran ejakulasi (ductus ejakulatorius).
Saluran ejakulasi (Ductus ejakulatorius) merupakan saluran pendek yang menghubungkan kantung semen dengan  uretra. Saluran ini berfungsi untuk mengeluarkan sperma agar masuk ke dalam uretra.
Uretra merupakan saluran reproduksi yang berada dalam penis dan merupakan muara terakhir sperma. Sel sperma dan cairan yang diejakulasikan ini disebut semen. Selain itu, uretra juga berfungsi sebagai tempat saluran ekskresi urine dari kandung kemih.
c.    Kelenjar Reproduksi (Kelenjar asesoris)
Pada waktu sperma melalui  saluran pengeluaran, terjadi penambahan berbagai getah kelamin yang dihasilkan oleh kelenjar asesoris. Kelenjar ini berfungsi untuk mempertahankan hidup dan pergerakan sperma. Kelenjar
asesoris merupakan kelenjar kelamin yang terdiri atas vesikula seminalis (kantung semen/ kantung mani), kelenjar prostat dan kelenjar cowper (kelenjar bulbouretral)
Vesikula seminalis berfungsi menghasilkan cairan sebagai sumber energi untuk sperma. Sekitar 60% dari total volume semen merupakan hasil sekresi dari vesika seminalis. Cairan yang dihasilkan vesika seminalis banyak mengandung mukosa, asam amino, fruktosa, dan prostaglandin.
Kelenjar prostat berfungsi memberikan suasana basa pada cairan semen. Kelenjar prostat merupakan kelenjar terbesar dari kelenjar aksesoris. Hasil dari sekresi kelenjar ini akan langsung disalurkan ke uretra. Kelenjar prostat menghasilkan sekresi yang mengandung kolesterol, garam, dan enzim.
Kelenjar bulbouretral (kelenjar Cowper) merupakan sepasang kelenjar yang berhubungan langsung dengan uretra. Kelenjar ini menghasilkan cairan yang berfungsi menetralkan urine yang mengandung asam di dalam uretra.
2.    Organ Reproduksi Luar
Organ kelamin luar pria, yaitu berupa penis dan skrotum (Buah Zakar).
Penis adalah organ yang berperan untuk kopulasi (persetubuhan). Kopulasi adalah penyimpanan sperma dari alat kelamin jantan (pria) ke dalam alat kelamin betina (wanita). Secara struktural, penis tersusun atas tiga rongga berisi jaringan erektil yang berspons. Dua rongga yang terletak di tengah dinamakan korpus kavernosa. Sedangkan satu rongga yang berada di bawah korpus kavernosa dinamakan korpus spongiosum. Di dalam korpus spongiosum terdapat saluran reproduksi yakni uretra. Di bagian ujung penis terdapat bagian yang dinamakan  kepala penis (gland penis). Kepala penis ini tertutup oleh lipatan kulit yang  disebut preputium.
Di dalam rongga penis terdapat jaringan erektil yang  berisi banyak pembuluh darah dan saraf. Saat terjadi  rangsangan seksual, rongga tersebut akan penuh terisi darah. Akibatnya, terlihat penis mengembang dan menegang. Keadaan penis demikian dinamakan  ereksi. Apabila rangsangan ini terus menerus terjadi, sperma akan keluar melalui uretra. Keadaan ini disebut  ejakulasi. Jumlah sperma yang dikeluarkan saat terjadi ejakulasi sekitar 2 hingga 5 mL semen, yang setiap mililiternya  mengandung sekitar 50 sampai 130 juta sperma.
Skrotum pada pria di kenal dengan buah zakar. Di dalam buah zakar ini terdapat testis. Skrotum berfungsi menjaga suhu testis agar tetap stabil supaya sperma yang ada di testis tidak mati. Pada saat cuaca panas skrotum akan mengendur, sedangkan ketika dingin skrotum akan mengkerut. Mengendur dan mengkerutnya skrotum ini di lakukan oleh otot dratos dan kremaster.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Blogger news

[Try us with Wibiya!] 1 2 3 4 5
[Try us with Wibiya!] 1 2 3 4 5

Blogroll

About