Pages

Rabu, 12 Desember 2012

penyimpangan seksual remaja

Waspadai, Penyimpangan Seksual di Kalangan Remaja

13288700371765945591
ilustrasi/admin(shutterstock.com)
Saat membaca kembali tulisan perdana saya di Kompasiana yang berjudul Rumitnya Kehidupan Biseks, membuat saya ingin membagi lebih banyak apa yang saya ketahui mengenai penyimpangan seksual, agar hal tersebut tidak terjadi pada anak-anak kita apalagi untuk kita yang memiliki anak anak yang sudah menginjak remaja.
Supaya lebih jelas marilah kita melihat definisi dari penyimpangan seksual. Penyimpangan seksual adalah aktivitas yang ditempuh seseorang untuk mendapatkan kenikmatan seksual dengan cara tidak sewajarnya.
Mengapa kita lebih ‘khawatir’ pada Remaja, karena masa remaja merupakan masa transisi dari masa kanak kanak menjadi dewasa. Banyak perubahan yang terjadi di masa ini, baik perubahan fisik maupun kejiwaannya sehingga cenderung menjadi tidak stabil dan mudah terbawa arus lingkungan di sekitarnya.
Ketika saya bertanya pada teman saya, bagaimana awalnya sehingga Ia bisa menjadi seorang Biseks, demikian penuturannya :
1328865400185426006
Berawal waktu kelas 1 SMP, aku di ajak jalan jalan sama temen sekelas dan pulangnya kami (berempat) menginap di rumah tanteku. Ternyata teman-temanku ini sudah sangat mengenal seks, mereka mengajari aku bagaimana caranya Masturbasi hingga aku menemukan kenikmatan saat mencapai orgasme. Kerena keenakan akhirnya aku pun sering melakukan kegiatan masturbasi itu sendiri atau kadang dilakukan bergantian dengan teman ku, dan hal ini berlangsung sampai SMA. Waktu SMA aku pindah kota, di sana bertemu dengan seorang lelaki yang ternyata ‘gay’, Ia yang mengajari dan membuatku menjadi seperti sekarang ini. Hubunganku sama lelaki itu berlangsung sampai kuliah semester 1, tapi namanya sebuah hubungan, pastilah ada konflik,kami pun putus dan akhirnya aku memutuskan untuk pindah ke Jakarta sambil berharap bisa bertemu dengan pacarku yang dulu (perempuan). Tapi ternyata, aku di tolak karena dia sudah punya pacar. Setelah itu, aku menjalani hidup normal dan menikah dengan istriku sekarang. Tapi, setelah 2 tahun pernikahanku, aku bertemu kembali dengan seorang lelaki yang mengajakku untuk kembali kepada kebiasaan burukku itu, dan ini berlangsung sampai sekarang, meskipun pasanganku sampai saati ini sudah berganti ganti. Belakangan kebanyakan pasanganku itu ‘brondonk brondonk’ yang mau melakukannya dengan alasan butuh uang katanya”
Belajar dari pengalaman hidup teman saya ini, sebaiknya kita mulai berhati hati dengan perkembangan anak anak kita terutama yang sedang menginjak remaja, karena penyimbangan seksual yang ada bukan hanya yang saya contohkan diatas.
Berhati hati tetapi tidak harus over protective, karena remaja tidak suka dengan kata ‘larangan’ tetapi alangkah baiknya bila kita sebagai orang tua, dapat menempatkan diri menjadi temannya, mengetahui semua aktivitasnya, menerima dengan baik bila teman temannya bermain di rumah, sehingga dengan demikian kita mengetahui apa saja yang mereka lakukan dan sebisa mungkin memberi nasihat tanpa harus menggurui, menjelaskan suatu akibat dari perbuatan buruk daripada menjadikannya sebuah larangan tanpa memberikan alasan.
Anak saya pun sudah memasuki usia 12 tahun, hampir semua temannya memiliki akun facebook, dengan senang hati saya menerima permintaan pertemanan dari teman temannya ini, meskipun isi statusnya tidak jauh dari ‘perang status dan lebay’, tapi dengan demikian saya mengetahui perkembangan anak anak saya sampai tahap dimana dan itu juga bisa menjadi topik hangat pembicaraan saya dengan anak saya yang sudah remaja ini.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Blogger news

[Try us with Wibiya!] 1 2 3 4 5
[Try us with Wibiya!] 1 2 3 4 5

Blogroll

About