Pages

Sabtu, 12 Januari 2013

tumbang pada neonatus

Perkembangan dan pertumbuhan manusia pada neonatus

pada umumnya orang berpendapat bahwa pada masa kanak-kanak merupakan masa yang terpanjang dalam rentang kehidupan. masa kanak-kanak di mulai setelah melewati masa bayi yang pengaruh ketergantungan, yakni kira-kira usia dua tahun sampai anak matang secara seksual.
1. ciri-ciri awal masa kanak-kanak
cirri tertentu dari periode masa awal kanak-kanak tercermin dalam sebutan yang biasanya diberikan oleh :
a. Sebutan Yang Digunakan Orang Tua
sebagian besar orang tua menganggap pada awal masa kanak-kanak sebagai usia yang mengundang masalah atau usia sulit.
alas an mengapa masalah prilaku lebih sering terjadi di awak masa kanak-kanak ialah karena kanak-kanak muda sedang dalam proses pengembangan kepribadian yang unik dan menuntut kebebasan.
b. Sebutan Yang Di Gunakan Para Pendidik
para pendidik menyebut tahun-tahun awal masa kanak-kanak sebagai usia prasekolah untuk membedakannya dari saat dimana anak dianggap cukup tua, baik secara fisik dan mental, untuk menghadpi tugas-tugas pada saat mereka mulai mengikuti pendidikan formal.
c. Sebutan Yang Digunakan Para Ahli Psikologi
perkembangan utama yang yang terjadi selama masa kanak-kanak berkiasr di seputar penguasaan dan pengendalian lingkungan, banyak ahli psikologi melabelkan masa kanak-kanak sebagai usia menjelajah.
salah satu cara umum dalam menjelajahi lingkungan adalah dengan bertanya, yang sering di sebut sebagai usia bertanya.



2. PERKEMBANGAN FISIK PADA MASA KANAK-KANAK
a. tinggi
b. berat
c. perbandingan tubuh
d. postur tubuh
e. tulang dan otot
f. lemak
g. gigi

3. KEBIASAAN FISIKOLOGIS
dalam awal masa kanak-kanak, kebiasaan fisikologis yang dasarnya sudah dilekatkan pada masa bayi semakin baik. seperti anak usia tiga tahun tidur sekitar 12 jam sehari. dan semakin berkurang seiring dengan bertambahnya umur.

4. KETERAMPILAN PADA MASA KANAK-KANAK
kanak-kanak merupakan masa ideal untuk mempelajari keterampilan tertentu, terdapat tiga alasan, pertama, anak sedang mengulang-ulang dan karenanya dengan senang hati mau mengulang suatu aktifitas sampai mereka terampil melakukannya. kedua, kanak-kanak bersifat pemberani sehingga tidak terhambat oleh rasa takut kalau dirinya merasa sakit atau diejek teman-temannya sebagaimana ditakuti anak yang lebih besar. dan ketiga, anak belia mudah dapat cepat belajar karena tubuh mereka masih sangat lentur dan keterampilan yang dimiliki masih sedikit sehingga keterampilan yang baru dikuasai tidak mengganggu keterampilan yang sudah ada.
keterampilan khusus masa anak-anak :
a. keterampilan tangan
b. keterampilan kaki

5. KEMAJUAN BERBICARA DALAM MASA KANAK-KANAK
selama masa kanak-kanak, kanak-kanak memiliki keinginan yang kuat untuk belajar berbicara, hal ini di sebabkan karena dua hal. pertama, belajar berbicara merupakan sarana pokok dalam sosialisasi. kedua, belajar berbicara merupakan sarana untuk memperoleh kemandirian.
a. Peningkatan Dalam Pengertian
kemampuan mengerti sangat mempengaruhi cara anak mendengarkan apa yang dikatakan kepadanya.
b. Peningkatan Dalam Keterampilan Berbicara
anak muda belia sekarang berbicara lebih baik dari pada generasi sebelumnya ini dikarenakan kanak-kanak dipengaruhi oleh factor keluarga dan lingkungan.
c. Isi Pembicaraan
seringkali pembicaraan kanak-kanak bersifat egosentris dalam arti ia bicara tentang dirinya sendiri, berkisar pada minat, keluarga, dan miliknya.
d. Jumlah Bicara
masa kanak-kanak terkenal sebagai masa tukang ngobrol, karena sekali kanak-kanak dapat berbicara dengan mudah, ia tidak putus-putusnya berbicara.

6. EMOSI PADA KANAK-KANAK
emosi pada masa kanak-kanak sangat kuat sehingga mudah terbawa ledakan-ledakan emosional sehingga sulit di bombing dan diarahkan. emosi yang tinggi kebanyakan disebabkan oleh masalah psikologis dari pada masalah pisikologis. emosi yang umum pada masa kanak-kanak :
a. amarah
b. takut
c. cemburu
d. ingin tahu
e. iri hati
f. gembira
g. sedih
h. kasih sayang

7. SOSIALISASI PADA MASA KANAK-KANAK
masa kanak-kanak sering di sebut sebagai masa pra kelompok. dasar untuk sosialisasi diletakan dengan meningkatnya hubunagn antara anak dengan teman sebayanya dari tahun ketahun. anak tidak hanya banyak bermain tetapi juga banyak berbicara.
a. Pola Sosialisasi Awal
anak muda belia belajar bagaimana anak lain mengadakan kontak social dan bagaimana prilakunya dalam berbagai situasi social
pola prilaku social dan tidak social :

pola social
 meniru
 persaingan
 kerjasama
 simpati
 empati
 dukungan social
 membagi
 prilaku akrab

prilaku tidak social
 negativisme
 agresif
 prilaku berkuasa
 memikirkan diri sendiri
 mementingkan diri sendiri
 merusak
 pertentangan sex
 prasangka

b. Bentuk Prilaku Awal Dalam Berbagai Situasi Social
dalam penelitian longitudinal terhadap sejumlah anak, Waldrop dan Halverson melaporkan bahwa anak yang pada usia 2,5 tahun bersifat ramah dan aktif secara social akan terus bersikap seperti itu sampai usia 7,5 tahun.
c. Teman-Teman
pada masa kanak-kanak bermain secara asosiatif, teman terutama adalah sebagai rekan, sedangkan bermain secara kooperatif teman menjadi teman bermain.
penggolongan teman :
 rekan
 teman bermain
 teman baik
 teman pengganti
 pimpinan dalam masa anak-anak

8. BERMAIN PADA MASA ANAK-ANAK
pola bermain awal masa kanak-kanak :
o bermain dengan mainan
o dramatisasi
o kontruksi
o permainan
o membaca
o film, radio, dan televisi

9. PERKEMBANGAN MORAL PADA MASA KANAK-KANAK
jenis disiplin yang digunakan pada masa kanak-kanak adalah :
 disiplin otoriter
 disiplin yang lemah
 disiplin demokratis
pengaruh disiplin pada kanak-kanak :
 pengaruh pada prilaku
 pengaruh pada sikap
 pengaruh pada kepribadian

10. MINAT PADA MASA KANAK-KANAK
a. Minat Pada Agama
keyakinan agama sebagian besar tidak berarti pada anak-anak, meskipun mereka menunjukan minat dalam ibadah agama. kanak-kanak memiliki keingintahuan yang besar tentang masalah-masalah agama dengan mengajukan banyak pertanyaan tentang agama.


b. Minat Pada Tubuh Manusia
minat timbul lebih dulu pada anggota bagian luar tubuh dari pada minat pada bagian dalam tubuh. tetapi sebelum periode ini berakhir, kebanyakan anak menunjukan minat besar pada bagian dalam tubuhnya dan ingin mengetahui dimana letak hati, paru-paru, dan sebagainya dan juga apa fungsinya.
c. Minat Pada Diri Sendiri
anak menunjukan minat pada dirinya sendiri melalui banyak cara. yang paling sering adalah dengan mengamati dirinya melalui kaca, meneliti bagian-bagian tubuh dan pakaiannya, mengajukan pertanyaan tentang dirinya, membandingkan milik dan prestasinya dengan teman-temannya, atau mengganggu untuk menarik perhatian.
d. Minat Terhadap Seks
keingintahuan mengenai asal usul bayi sangat besar pada anak-anak dan mereka banyak bertanya mengenai ini. beberapa anak yakin bahwa bayi datang dari surga, tetapi sebagian besar anak percaya bahwa bayi berasal dari rumah sakit atau took atau dibawa burung bangau.
e. Minat Terhadap Pakaian
bagi kanak-kanak yang menjadi pusat perhatian adalah baru atau tidaknya pakaian, warna dan hiasannya, persamaan dengan pakaian teman, dan sesuai tidaknya pakaian itu dengan jenis kelamin pakaian.

11. PENGGOLONGAN PERAN-SEKS
a. Mempelajari Stereotip Peran-Seks
stereotip peran seks adalah sekumpulan arti yang dehubungkan dengan kelompok laki-laki dan kelompok perempuan. arti-arti ini berhubungan dengan penampilan dan bentuk tubuh individu yang sesuai ; jenis pakaian, cara berbicara dan prilaku yang sesuai ; prilaku yang baik dalam menghadapi lawan seks ; dan cara yang sesuai untuk mencapai nafkah pada masa dewasa.

b. Perantara Penggolongan Peran-Seks
mempelajari sereotip peran seks tidak menjamin penggolongan peran seks, anak-anak harus belajar berprilaku sesuai dengan pola-pola yang digariskan dalam stereotip. hal ini sebagian dilakukan dengan cara meniru tetapi lebih banyak melalui latihan langsung dimana anak diperlihatkan bagaimana meniru suatu model dan didorong melakukannya ataupun dimarahi kalau gagal melakukannya.

12. HUBUNGAN KELUARGA PADA MASA KANAK-KANAK
a. Hubungan Orang Tua-Anak
karena anak lebih tergantung pada orang tua dalam hal perasaan aman dan kebahagiaan, maka hubungan yang buruk dengan orang tua akan berakibat sangat buruk karena kepada ibulah sebagian anak sangat tergantung.
b. Hubungan Dengan Saudara
tidak semua hubungan dengan saudara bersifat bertentangan dan kalaupun terjadi pergesekan hanyalah sesekali saja. hubungan dengan saudara sering kali merupakan factor pembantu yang penting dalam perkembangan pribadi dan perkembangan social anak.
c. Hubungan Dengan Sanak Keluarga
ada dua kondisi dalam hubungan dengan sanak keluarga sehingga dapat mempengaruhi penyesuaian pribadi dan social anak. pertama, frekuensi hubungan dan yang kedua, peran sanak saudara dalam kehidupan anak.

13. PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN PADA MASA KANAK-KANAK
a. Kondisi-kondisi yang membentuk konsep-diri pada awal masa kanak-kanak.
cara pelatihan anak yang digunakan adalah penting dalam membentuk konsep diri yang sedang berkembang.
cita-cita orang tua terhadap anaknya berperan penting dalam mengembangkan konsep-dirinya.
posisi urutan anak-anak dalam keluarga dapat mempengaruhi perkembangan kepribadia.
ketidaknyamanan lingkungan menyebabkan rasa tidak aman dan merasa lain dari teman-teman yang lain.
b. Meningkatkan Individualitas
individualitas sangat dipengaruhi oleh berbagai pengalaman social di luar rumah.

14. BAHAYA PADA MASA KANAK-KANAK
a. Bahaya Fisik
 kematian, kematian dalam masa kanak-kanak lebih sering disebabkan karena kecelakaan daripada karena penyakit.
 penyakit, kanak-kanak mudah terkena semua penyakit, tetapiyang paling umum adalah penyakit pernafasan.
 kecelakaan, masa kanak-kanak adalah masa aktif diman bayak sekali kecelakaan seperti luka iris, memar, radang, terbakar, patah tulahg dan lain sebagainya.
 kejanggalan, kelakuan aneh mungkin disebabkan kerusakan otak pada waktu lahir, keterbelakangan mental atau yang lainnya.
 kegemukan, kegemukan selalu merupakan bahaya di tingkat usia manapun juga karena kegemukan bisa mengakibatkan penyakit yang akan mengganggu seumur hidup.
 tangan kidal, tangan kidal dapat mempengaruhi keberhasilan pendidikan anak dan kemudian keberhasilan dalam pekerjaan atau penyesuaian social.
b. Bahaya Psikologis
 bahaya dalam berbicara, bicara merupakan sarana komunikasi yang penting bagi kehidupan social maka anak-anak yang tidak dapat berkomunikasi dengan orang lain akan mengalami hambatan social dan akhirnya menjadi rendah diri.
 bahaya emosional, bahaya emosional di masa kanak-kanak yang besar pada emosi yang kurang baik dan penyesuaian pribadi dan social.
 bahaya social, berhubungan dengan sikap yang digunakan oleh anak-anak dalam menghadapi lingkungan luar atau lingkungan sosialnya.
 bahaya bermain, factor yang mempengaruhi bahaya bermain adalah teman dan mainan yang di pakai oleh anak itu sendiri.
 bahaya dalam perkembangan konsep, ketidak tepatan konsep-konsep yang dipelajari selama masa kanak-kanak sangat berbahaya karena kesalahan konsep seringkali berurat berakar sebelum diketahui oleh orang dewasa.
 bahaya moral, tekanan tekanan yang diakibatkan dimasa kecil akan mempengaruhi masa depan si anak.
 bahaya dalam hubungan keluarga, kemerosotan dalam tiap hubungan manusiawi berbahaya bagi penyesuaian pribadi dan penyesuaian sosial yang baik.
 bahaya kepribadian, bahaya kepribadian yang sangat serius aadalah perkembangan konsep diri yang kurang baik yang dapat disebabkan perlakuan anggota keluargadan teman.

15. KEBAHAGIAAN SELAMA MASA KANAK-KANAK
kebahagiaan selama masa kanak-kanak bergantung lebih kepada kejadian yang menmpa anak di rumah dari pada kejadian diluar rumah
Diketik Ulang oleh pendi ardiansyah
Referensi:
1. Alvy, K.T. Preventing child abuse.american psychologist.1975
2. Ames.L.B. and F.L. Illg . the developmental poin of view with special reference to the principle of reciprocalinterweaving. journal of genetic psychology. 1964.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Blogger news

[Try us with Wibiya!] 1 2 3 4 5
[Try us with Wibiya!] 1 2 3 4 5

Blogroll

About